Inilah Delapan Belas Poin Aliansi Mahasiswa Papua Sektor Jember

Melanesiatimes.com – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua Sektor Jember angkat suara terkait hiruk pikuk di Tanah kelahiran mereka.

Bacaan Lainnya

Berikut pernyaan sikap sebagaimana terdapat dalam lamaan facebook El yang juga salah satu anggota AMP sektor Jember.

PERNYATAAN SIKAP & PERS REALIS

Aliansi Mahasiswa Papua Sektor Jember.

“TUTUP FREEPORT, TOLAK OTSUS JILID-II & BERIKAN HAK MENENTUKAN NASIB SENDIRI SEBAGAI SOLUSI DEMOKRATIS BAGI BANGSA WEST PAPUA ”

Awal Pertama pihak Freeport Sulphur Company Langbourne William datang ke jakarta pada Juni 1966 untuk mengatur perjanjian bersama Indonesia.

Langbourne William sebagai pemimpin tertinggi Freeport Sulphur Company asal Amerika Serikat dan Jendral Ibnu Sutowo sebagai Menteri Pertambangan dan Perminyakan Indonesia mempunyai rahasia yang di bahas secara bersembunyi di Amsterdam Amerika Serikat, Julius Tahija mengatur pertemuan lagi untuk mempertemukan President Freeport Sulphur Company Robert Hill dan Forbes Wilson dengan Ali Budiarjo sebagai penghubung pemerintah denag Freeport dapat bertemu di Jakarta.

Julius Tahija sebagai menejer Texaco perusahan Asing yang pada saat itu beroperasi di Indonesia dan melalui Julius dapat memberikan jalan buat Amerika Serikat untuk Freeport terus beroperasi.

Pada tahun 1912 Freeport Sulfur Company awal berdirinya yang di pimpin oleh Langbourne Williams dan di teruskan dengan Putranya Langbourne Williams Jr Kemudian pada tahun 1971 di ganti nama menjadi Freeport Minelars Company kemudai Freeport Minerals Company bergabung dengan MC Moran pada tahun 1980 yang di pimpin lagi oleh James Robert Jim Bob Moffett lalu di ganti nama Freeport Minerals Company menjadi Freeport McMoran dengan anak perusahan Freeport Indoesnai pada tahun 1984. Dan Sejak 07 April 1967 Kontrak Karya Pertama (Freeport Indonesia Inc) mulai beroperasi tahun 1973 berlaku selam 30 Tahun, Tahun 1988 Freeport menemukan cadangan Grasberg investasi yang besar dan risiko tinggi sehingga memerlukan jaminan investasi jangka panjang, tahun 1991 Kontrak karya kedua (Freeport Indonesia dan McMoran) berlaku 30 Tahun dengan periode produksi akan berakhir pada tahun 2021.

Tidak hanya itu, PT Freeport Indonesia juga berkemungkinan memperpanjangkan 2×10 Tahun (sampai 2041) masa waktu yang berlaku. Selama Freeport beroperasi tambang atas tanah mulai dari tahun 1967 hingga 2010, serta tambang bawa tanah telah beroperasi sejak 2010 dengan tiga tambang bawah tanah yaitu Deep Zone (DOZ), Big Gossan (BG) dan Deep Mill Level Zone (DMLZ).

Hasil dampak Buruk terhadap dua suku terbesar di Mimika merupakan kekerasan yang sampai saat ini masih belum di selesaikan secara bermartabat;

Freeport Mc Moran sendiri pernah menyumbangkan militer untuk melakukan kekerasan-kekerasan terhadap masyarakat setempat dan menghadirkan peran suku atas hak ulayat wilayah adat, Freeport mencemarkan dan membuang limba Tailing di lingkungan mengakibatkan ekosistem biota di air maupun darat megalami pencemaran yang buruk, Freeport melakukan ilegal loging yang berlebihan dan hampir sebagian urusan tidak pernah melibatkan masyarakat untuk melakukan perjanjian-perjanjian tetapi dengan seenaknya Freeport Mc Moran melakukan secara individu-nya sendiri.

Freeport Mc Moran melakukan tambang tersebsar itu dengan kekuatan militer yang sangat besar, mulai sejak 1967 rezim orde baru dan memulai eksplorasi pada 1970-an, areal Freeport Mc Moran dikendalikan oleh militer Indonesia dengan beragapan bahwa menjaga “Obek vital atau daerah yang harus di jaga” penjagaan sepanjang 46 mil, dari pelabuhan Amamapare (Sekitar 30 km dari kota timika) hingga puncak gunung Nemangkawai dan setiap orang yang masuk kesana, entah suku asli maupun luar dari itu masuk melalui Mil 26 dan Mil 28 dengan pengawasan ketat oleh militer Indonesia.

Tahun 1967 usai tanda tangan kontrak karya Freeport Mc Moran pertama militer Indonesia membangun Helipad dan Basecamp di lembah Waa dan Banti sekitar gunung Nemangkawi, sehingga sejak itulah masyarakat sekitar tidak menerima kehadiran militer Indonesia di tengah mereka lalu masyarakat setempat melakukan protes yang di pimpin oleh Tuarek Nartkime seorang toko adat suku Amungme, protes tersebut dengan aman dan lima tahun kemudian lagi Tuarek memimpin protes di lembah Tsiga atas ketidaknyaman masyarakat setempat dari kehadiran militer Indonesia.

Dan untuk mengahdapi aksi protes ini, rapat khusus yang di buat oleh Freeport Mc Moran dan pemerintah Indonesia mengirimkan TNI angkatan darat ke Tsiga untuk mengamankan aktivitas eksploitasi, sekitar 60 orang suku Amungme menjadi korban dalam insiden tersebut.

Freeport Mc Moran melalui militer Indonesia dan pemerintah Indonesia mengusir masayarakat suku Amungme dengan cara operasi militer untuk membangun kota Tembagapura sebagai daerah pemukiman pekerja tambang.

BERIKUT PERNYATAAN SIKAP

1. Keberadaan Indonesia di Papua adalah ilegal

2. Tarik militer organik dan non organik

3. Segerah tutup PT Freeport dan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di seluruh tanah wes Papua

4. Mengutuk keras kepada segelintir elit politik Papua yang mengatasnamakan rakyat Papua

5. Indonesia adalah pelaku pelanggaran HAM berat diatas tanah Papua

6. Hentikan diskriminasi terhadap aktivis kemanusiaan Papua

7. Segerah membuka akses jurnalis nasional dan internasional.

8. Hentikan operasi militer di seluruh teritori west Papua.

9. Mendukung petisi rakyat Papua (PRP)

10. Tolak pemekaran daerah otonomi baru

11. Tolak otonomi khusus jilid II

12. Mendagri dan menham hentikan upaya revisi UU Otsus

13. Stop Rasis terhadap rakyat bangsa west Papua.

14. Mengutuk keras terhadap aktor-aktor propaganda dan HOAX yang adalah BIZZER, BAIS, BIN dan Ormas reaksioner

15. TNI polri hentikan intimidasi terhadap mahasiswa dan Papua di seluruh Indonesia

16. Indonesia segerah mengadakan mekanisme referendum bagi rakyat bangsa west Papua.

17. Indonesia, Amerika, Belanda dan PBB harus bertanggungjawab situasi krisis kemanusiaan di atas tanah Papua.

18. Berikan hak penentuan nasib sendiri terhadap rakyat bangsa west Papua.

Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Amakanie, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Nayaklak Wawawawawawa…wa…wa…wa…wa.

Hari/ Tanggal : Rabu, 07 – April 2021

Waktu : 12:00 – Papua Merdeka

Tempat : Kontrakan Melanesia JEMBER

#FreeWestPapua
#TutupFreeport
#TolakOtsusJilid2

Pos terkait