Kedaulatan NKRI diganggu AMP, Pemuda Surabaya Lakukan Perlawanan

Melanesiatimes.com – Pemuda Surabaya mendatangi asrama Kamasan III sekitar pukul
07.30 WIB untuk mengajak Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) agar tidak keluar melakukan aksi ke jalan karena akan menyebabkan konflik dengan warga dalam situasi pandemi. Apalagi Surabaya sebagai kota Pahlawan maka sejatinya jangan dikotori dengan aksi menggunakan simbol-simbol papua merdeka.

Selanjutnya Pemuda Surabaya sekitar 15 orang menggelar spanduk bertuliskan Papua adalah Indonesia” di depan Asrama Kamasan Papua.

Aliansi Mahasiswa Papua tetap tidak mengindahkan ajakan positif dari pemuda Surabaya dan tetap berangkat ke titik start Monkasel (Monumen Kapal Selam) sekitar pukul 08.30 WIB dilanjutkan longmach ke depan gedung Grahadi Surabaya, saat massa Aliansi Mahasiswa Papua sebanyak 40 orang dipimpin Ever Walela (Ketua AMP KKS) dalam perjalanan menuju titi aksi langsung dihadang oleh massa dari Pemuda Surabaya sebanyak 45 orang, selanjutnya terjadi saling adu mulut. Pemuda Surabaya dengan nada tinggi meneriaki masa AMP “Bubarkan Seperatis Papua di Surabaya, Habisi Separatis Teroris”, anda harus tau bahwa Surabaya adalah kota pahlawan, jangan coba-coba melakukan aksi disini dengan simbol-simbol papua merdeka, sedangkan massa AMP membalas masa Pemuda Surabaya ‘Hentikan teror terhadap jurnalis Papua di Indonesia dan Berikan hak menentukan nasib sendiri.

Bacaan Lainnya

Kepolisian setempat langsung melerai kedua kubu, namun kubu Pemuda Surabaya tetap menekan Aliansi Mahasiswa Papua untuk membubarkan diri. Ketegangan kedua kubu sampai dengan pukul 11.00 WIB akhirnya AMP membubarkan diri setelah bertubi-tubi ditekan Pemuda Surabaya.