Jokowi Rencanakan Vaksinasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dilakukan di Tiap Provinsi, Setelah Vaksinasi Masal di Jakarta

"Alhamdulillah, sejauh ini berjalan lancar. Setelah Jakarta, vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan ini segera diikuti provinsi-provinsi lain" Ucap Presiden Jokowi, Rabu, (24/02/2021) (Foto : Istimewa)

MELANESIATIMES.COM – Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo (Jokowi) mendatangi secara lansung proses pelaksanaan vaksinasi Covid-19 secara masal untuk tenaga pendidik dan kependidikan di kompleks SMA Negeri 70 Jakarta, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Untuk memastikan kelancaran pelaksanaan vaksinasi masal tersebut, Kepala Negara dan sejumlah jajaran menteri diantaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI ) meninjau dan mengawasi secara lansung pelaksanaan vaksinasi untuk para tenaga pendidik dan kependidikan tersebut.

“Vaksinasi massal Covid-19 bagi guru-guru, para tenaga pendidik dan kependidikan kita dimulai hari ini. Saya bersama Mendikbud, Menkes, dan Gubernur DKI, meninjau pelaksanaan vaksinasi massal tersebut siang ini di kompleks SMA Negeri 70 Jakarta” Ujar Presiden Jokowi dalam keterangan tertulisnya yang di posting di akun facebook resmi presiden Joko Widodo, Rabu, (24/02/2021)

Bacaan Lainnya

Dikatakan, proses vaksinasi masal untuk tenaga pendidik dan kependidikan itu berjalan lancar-lancar saja. Pasalnya, selain DKI Jakarta yang mendahului proses vaksinasi masal untuk tenaga pendidik dan kependidikan tersebut, presiden menuturkan nantinya secara lansung juga diikuti dan dilakukan di tiap-tiap provinsi.

“Alhamdulillah, sejauh ini berjalan lancar. Setelah Jakarta, vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan ini segera diikuti provinsi-provinsi lain” Ucapnya

Lebih lanjut, kata presiden Jokowi, pemberian vaksinasi untuk tenaga pendidik dan kependidikan yang diberikan terhadap 5 juta tenaga pendidik dan kependidikan itu diharapkan menjadi prioritas yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sehingga proses kegiatan belajar mengajar dapat berjalan baik dan normal serta terhindar dari wabah Covid-19.

“Pemberian vaksin kepada lima juta tenaga pendidik dan kependidikan menjadi prioritas kita, dengan harapan agar kegiatan belajar mengajar tatap muka bisa segera dilakukan” Pungkasnya