Gelar Liga Futsal Mahasiswa Papua Se-Jabodetabek, Anak Asuhan Carles Kosai, Keluar Sebagai Juara1

MELANESIATIMES.COM –  Mahasiswa Papua menggelar liga futsal di Se-Jabodetabek – Banten yang digelar di Lapangan Futsal Palad 1 Pulo gadung Jakarta Timur, minggu (24/1/2021). Turnamen persahabatan dilaksanakan oleh Mahasiswa Papua Bersatu diikuti 18 tim.

Kordinatot pelakasa turnamen futsal antar mahasiswa Papua, Alex mengatakan turnamen ini akan digunakan sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi persaudaraan sesama mahasiswa Papua di Jabodetabek Banten.

Sebanyak 18 tim terbagi atas 14 tim putra dan 4 tim putri yang bertanding di lapangan telah menampilkan performa terbaik, diketahui tim yang diturunkan adalah perwakilan organisasi setiap kabupaten kota, Sedangkan penonton yang datang mematuhi protokol kesehatan dimasa pandemi Covid 19.

Bacaan Lainnya

Salah satu unggulan yang diproyeksikan menang dalam laga persahabatan futsal ini yaitu Afirmasi 3T UNJ. Tim yang disponsori Kopi Om Pace membidik gelar juara seperti yang mereka raih saat turnamen di Ciputat sebagai juara bertahan.

“Materi pemainnya sangat bagus, bisa saling melengkapi dan memiliki semangat tinggi untuk juara. Mereka ingin menampilkan yang terbaik. Tentunya ini menjadi modal yang bagus buat Club yang selalu siap memberikan dukungan terhadap timnya,” kata Pembina Tim Afirmasi 3T, Samuel seperti rilis yang diterima via WhatsApp Messenger, Minggu (24/01).

Sedangkan gelar tim putri Jayawijaya Papua dibawah asuhan Carles Kosai keluar sebagai juara1, sementara Juara 2 Putri Afirmasi Papua UNJ dibawah asuhan Dausten Waliagen dan Juara 3 Tim Kaimana UNJ B.

Ina sebagai kapten tim putri Afirmasi Papua UNJ merasa bangga meskipun keluar sebagai juara 2, karena menurut Ina bahwa pertandingan ini memiliki makna untuk kebersamaan sesama anak Papua di tanah rantau, sekaligus mempererat tali silaturahmi. Hal senada juga disampaikan oleh Iren kurdow bahwa kami merasa bangga bisa berkumpul melalu ajang sepak bola persahabatan, sebenarnya perempuan Papua mau ikut kegiatan ini lebih banyak, tapi kerana dimasa pandemi Covid 19 maka sangat terbatas. Iren Kordow menambahkan bahwa perempuan Papua juga bisa meraih prestasi dibidang olahraga, jadi untuk menjadi perempuan Papua yang hebat jangan mengharapkan orang lain merubah kita, tetapi dari diri diri sendiri, intinya kita harus mandiri tanpa harus diperintah orang lain.