Fanatisme Konyol Merusak Nilai Demokrasi

Gambar Qureta

Penulis : Afandi Fesanlau

Bacaan Lainnya

Fanatisme Konyol Merusak nilai-nilai Demokrasi. Pilkada serentak yang nantinya akan berlangsung pada 9 desember 2020 di 270 daerah dengan rincian 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota di seluruh indonesia.

Hal ini juga menuai banyak persoalan di mata masyarakat terkususnya masyarakat kabupaten seram bagian timur (SBT).

Situasi politik di kabupaten seram bagian timur sangat memanas dan jauh berbeda dengan situasi politik sebelumnya, sebab pada pertarungan kali ini di warnai dengan politik hujat menghujat, saling menjatuhkan yang di landasi dengan semangat “Fanatisme Konyol” yang merusak nilai-nilai Demokrasi dan berujung pada perpecahan sesama anak negeri ita wotu nusa.

Tak hanya itu “Fanatisme Konyol” yang di pertontonkan oleh para simpatisan dari masing masing kandidat bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sangat tidak elok dan merusak nilai-nilai Demokrasi,” ujar Irfandi saat di tanya wartawan di kediamannya pada selasa (08/12/2020) di matraman jakarta timur.

“Irfandi juga menyampaikan bahwa sebagai anak negeri harus mampu memberikan pencerahan sekaligus sebagai perekat sesama anak negeri di tengah bergejolaknya situasi politik di kabupaten seram bagian timur.

” Sebagai anak negeri harus mampu memberikan pencerahan dan juga sebagai perekat sesama anak negeri ita wotu nusa,”tutur nya.