TIM Covid 19, Minta Kapolda Segera Mundur

Melanesiatimes.com – Melihat situasi pergerakan manusia dan pergerakan Covid – 19 yang sedang berjalan beriringan DKI Jakarta pekan ini, namun satu terlihat dengan kasat mata dan satunya tidak.

Kedua pergerakan ini sangat berpotensi besar akan menimbulkan claster baru Covid 19. Artinya Covid menang.

Melihat pergerakan manusia yang masif dengan tidak adanya ketahanan atau tidak tegasnya penegak hukum yang akhirnya membuat jebolnya tembok penegak hukum, membuat Tim Kordinator Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid 19. Angkat bicara.

Bacaan Lainnya

Berikut komentarnya – Edisi curhat Tim Kordinator Relawan Satuan Tugas Penanganan Covid 19 saya Laode Kamaludin sebagai wakil ketua bidang logistik.

Setelah melihat apa yang terjadi dimana bulan april seorang pejabat polisi melakukan kegiatan resepsi penikahan di salah satu hotel bintang 4 dan hanya mengundang kurang lebih 100 orang, kompol tersebut akhirnya di turunkan jabatannya karena tidak menjalankan perintah pimpinan dan melanggar protokol kesehatan sampai staff khusus kepresidenan pun berkomentar prihal kasus tersebut.

Di bulan November anak perempuannya al habib rijieq sihab akan melaksanakan pernikahan anak perempuannya dengan mengundang 10 ribu tamu undangan x 2 orang maka kemungkinan yang akan hadir 20 ribu orang, mirisnya pihak satuan tugas penanganan covid 19 DKI Jakarta membiarkan pelanggaran protokol kesehatan padahal Status daerah jakarta masih transisi PSBB di mana jakarta menyumbang angka yang positif cukup besar, dan pihak KEPOLISIAN TUTUP MATA ATAS HUKUMAN PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN DAN MEMBERIKAN IJIN KEGIATAN TERSEBUT.

Di satu sisi yang lain BNPB sebagai bagian dari satuan tugas penanganan covid 19 turut membantu kegiatan pelanggaran protokol kesehatan dengan membagikan 20 ribu masker untuk tamu undangan. KALAU GW BOLEH JUJUR GW KECEWA DAN KESEL ATAS PRILAKU PERBEDAAN HUKUMAN PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN TERSEBUT ATAS KEKECEWAAN TERSEBUT MAKA DENGAN INI MENYATAKAN SIKAP.

Kapolda metro jaya Irjen Pol Nana Sudjana segera mundur dari jabatannya karena sudah membiarkan pelanggaran protokol kesehatan di acara resepsi pernikahan anaknya Habib Rizieq Sihab.

Begitulah curhatan saya yang kecewa atas kegiatan pelanggaran protokol kesehatan.

SALAM TANGGUH
INDONESIA SEHAT DAN KUAT