ETOS : Penghargaan Terhadap Seseorang atas Nama Pahlawan Harus Menjadi Pertanggung Jawaban

MELANESIATIMES.COM – Direktur Eksekutif ETOS Indonesia Institute Iskandarsyah pada selasa 10/11/2020 di Jakarta pada keterangan pers nya menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas penghargaan negara pada Sultan Babullah (Alm) Maluku utara, Mahmud Singgih Rey (Alm) Papua Barat, Jendral Polisi (Purn) Raden Said Sukanto Tjokrodiatmodjo (Alm) DKI Jakarta, Arnold Monolutu (Alm) Sulawesi Utara, Sutan Muhamad Amin Nasution (Alm) Sumatera Utara, Raden Mattaher bin Pangeran Kusen bin Adi (Alm) Jambi adalah bentuk apresiasi negara atas catatan sejarah yang pernah dilakukan para orang-orang yang dianggap berjasa atas negara, baik berjasa dalam perang kemerdekaan, dedikasi yang tulus terhadap negara ini.

Bacaan Lainnya

Ini menjadi preseden baik bagi kaum muda Indonesia untuk lebih mengenal para pahlawannya, yang selama ini mungkin jarang sekali anak-anak muda kita mengenal mereka-mereka ini, baik dalam pembelajara sejarah di sekolah-sekolah selama ini.

Bentuk pengenalan yang harus menjadi contoh baik kaum generasi negeri ini untuk dapat juga memplopori para pejuang-pejuang kita terdahulu. Mencontoh perjuangan yang tulus untuk negeri tanpa pamrih, memperjuangkan negara dengan mempertaruhkan segalanya termasuk nyawa adalah contoh terbaik para pejuang-pejuang kita terdahulu. Ujar Iskandar

“Ini adalah kebanggaan bagi kita selaku anak bangsa yang bisa mengimplementasikan perjuangan untuk negeri ini, harus dipahami kita adalah bangsa pejuang, bukan bangsa pecundang, itulah yang membulatkan tekad para pahlawan kita terdahulu untuk terus berjuang untuk negeri ini.”

Lebih lanjut, Iskandar katakan bahwa, hari ini, kita hampir tak mempunyai nilai, semua tak punyai nilai-nilai perjuangan, semua terukur karena uang, gaya pragmatis yang memang diskemakan untuk rakyat hari ini membuat negeri ini semakin lama semakin terpuruk.

Sejarah Indonesia adalah sejarah panjang, dimana negeri ini adalah gudang segala-galanya, baik SDA nya maupun SDM nya.

Terjajah lama oleh kolonial Belanda sempat ditabrak para pahlawan-pahlawan kita akan tetapi hari ini anak bangsa kita banyak yang kurang percaya diri, karena memang mental pengrusakan itu selalu dibuat hingga saat ini.

Maka jangan heran kalau hari ini kita melihat anak bangsa kita yang kurang percaya diri, padahal bangsa ini adalah bangsa yang besar.

Terkait penghargaan yang diberikan kepada Jendral TNI (Purn) Gatot Nurmantyo Iskandar mengatakan ini adalah penghargaan politis saja, buat kita sebagai anak bangsa tak terlalu penting.

Banyak dari senior-senior jendral TNI (purn) Gatot Nurmantyo yang harus nya lebih dulu mendapat penghargaan itu.
Perlu digaris bawahi bahwa penggantian Jendral TNI Gatot Nurmantyo saat itu bukan karena memasuki masa pensiun, berbeda dengan panglima-panglima TNI sebelumnya.

Buat saya penghargaan ini hanya penghargaan politis saja, semua berbunyi nantinya. Karena barang ini memang mestinya tidak perlu diberikan.

Penilaian atas jasa-jasa sebagai pahlawan harus lebih ditelaah lagi kata Iskandar, karena kalau salah memberi akan menjadi preseden buruk bagi semua masyarakat yang melihatnya. Buat saya pak Gatot Nurmantyo belum layak terima itu. Penghargaan terhadap Jendral TNI (purn) Gatot Nurmantyo adalah penghargaan politis bukan penghargaan historis. Tutupnya

Pos terkait