SBT Part1 : MUFAKAT (Mukti-Fachri)

Penulis : Iksan Sugandi

Bacaan Lainnya

MELANESIATIMES.COM – 2015 penanda perubahan di Negeri Ita Wotu Nusa. Mufakat ditetapkan oleh KPUD SBT dengan no SK 34/Kpts/KPU-Kab-O29.433651/XII/2015. Mufakat memperoleh perolehan suara sebesar 36.959 (54,33%) mengalahkan lawannya SUS-GO 31.071 (45,67%) dari total DPT 97.492 suara.

Perlu diketahui bahwa Mufakat yang berjargon SATU HATI dipimpin oleh sosok petarung muda, F. Ali Kolatlena (FAK) yang baru menduduki jabatan Anggota DPRD Kab. SBT belum genap setahun. Beberapa tokoh kawakan pun bergulat di dalamnya, antara lain Agil Rumakat (AR), Bahrum Wadjo (BW), Udin Rumasilan (UR), Husin Rumadan (HR), Ismail Rumbalifar (IR), Abdul Latif Suin (ALS), Noaf Rumau (NR) serta beberapa tokoh muda lainnya.

Peran penting pun dimainkan oleh Gubernur aktif, Said Assagaf yang memberikan tugas kepada 3 orang, Sam Latuconsina, Azis Mahulette, dan Halimun Saulatu untuk mengkoordinasikan strategi kemenangan, dukungan finasial, serta taktik Hari-H.

Sosok kepemimpinan yang telah dimiliki sejak kecil, Bapak AMK ditambah lagi dengan kecerdasan alumnus Kairo, Sang Ustadz kondang, FHA mampu memberikan suasana pertarungan yg cukup sengit. Satu hal yg menarik adalah teriakan lantang Ali Kolatlena (Parang Teor) bahwa, “saya akan mengundurkan diri dari ALeg jika Mufakat kalah di Teor”. Ini membawa semangat kepada petarung2 lainnya untuk bekerja melebihi kapasitas Ketua Tim Pemenang.

Janji-janji politik, mulai dari pembangunan infratruktur, 5000 lapangan kerja hingga air bersih di seluruh desa, merasuki sanubari pemilih. Bahkan pemilih pada kategori pengangguran aktif (sarjana), bersedia memberikan ijazahnya akibat dijanjikan nanti akan dijadikan PNS. Lawan tanding yang seimbang, karena saat itu pesona Abdullah Vanath (AV) masih cukup mengakar pada tataran Grass Root. “AV memberikan semangat tarung yang apik pada kami”, ujar Ali Kolatlena sesaat setelah Mufakat ditetapkan sebagai pemenang oleh KPUD SBT.

Menang!!!
Menang!!!
Menang!!!

Mufakat sungguh hebat. Perjuangan yang dirasakan dalam darah bahkan sampai pada baba, nina, arobi di kampung – kampung.

Fantastis ! ! !

Edisi kemenangan ini oun pada akhirnya berdampak pada perubahan arah hidup masyarakat. Pejuang2 mufakat merasa bahwa semua oerjuangan harus di nikmati sehingga pekerja laut (nelayan), pekerja hutan (petani), pekerja jalanan (tukang ojek) yang menjaga duaun2 dan kampung2, melakukan migrasi besar2an ke Kota Bula dengan harapan mendapatkan sedikit proyek dari pemerintah. Namun hal ini akan saya kupas di part lain.

Bersambung

#PenaBicara